Headlines News :
resize
STOP Corruption, mulai dari kita. Sekarang !!Dewan Pelaksanan Cabang Clean Governance Lamongan. Against Corruption
Home » » Lobi Kurikululum, Mendikbud Rajin Safari Politik

Lobi Kurikululum, Mendikbud Rajin Safari Politik

Written By Unknown on Saturday, February 16, 2013 | 9:57 PM

Gelombang Penolakan Makin Nyaring



JAKARTA - Upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjalankan kurikulum baru 2013 masih alot di DPR. Mendikbud Mohammad Nuh mulai gencar safari politik untuk memuluskan urusan kurikulum ini. Kemarin dia bertemu dengan Ketua DPR Marzuki Alie khusus membahas soal kurikulum 2013.

"Meskipun kewenangan kurikulum ini ada di tangan pemerintah, tetapi kami berkonsultasi dengan DPR," ujar menteri asal Surabaya itu. Dia menuturkan jika pertemuan itu untuk melaporkan detail kurikulum baru. Baik itu soal konsep, konten, dan lainnya.

Nuh menuturkan urusan kurikulum baru saat ini memang sedang dalam pembahasan dengan Komisi X DPR. Tetapi dia mengelak jika pembahasan dengan Komisi X DPR itu berujung pada keputusan diluluskan atau tidak penerapan kurikulum baru ini. "Pembahasan dengan Komisi X sekarang ada fase persiapan pelaksanaan," tandasnya.

Dari pertemuan ini, Nuh mengatakan mendapat masukan dari DPR. Dia mengatakan jika ada masukan supaya proses pemberlakukan kurikulum baru ini dikawal. "Jangan sampai persiapannya tidak matang," ucap mantan Menkominfo itu.

Safari politik Mendikbud Mohammad Nuh khusus untuk urusan kurikulum baru ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya dia juga sudah bertemu dengan pimpinan Pengurus Pusat Muhammadiyah. Selain itu, Nuh juga sudah menjalin komunikasi dengan Lembaga Pendidikan Ma"arif (LPM) Nahdlatul Ulama (NU). Nuh juga sudah safari politik ke Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Sementara itu di kalangan masyarakat gelombang penolakan kurikulum baru kian nyaring. Kali ini disuarakan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW). Kemarin meraka membeberkan sejumlah kejanggalan dalam persiapan pemberlakuan kurikulum baru 2013 yang digagas Kemendikbud. Berbekal sejumlah temuan kejanggalan tersebut, mereka menolak keras pemberlakukan kurikulum baru.

"Jika akhirnya Kemendikbud tetap nekat menjalankannya, akan gagal juga karena gurunya tidak mampu menjalankan kurikulum baru," ujar peniliti Monitoring Pelayanan Publik ICW Siti Juliantari Rachman. Tudingan tersebut muncul karena mereka menilai sistem mempersiapkan guru oleh Kemendikbud janggal.

Juliantari menuturkan jika Kemendikbud telah menetapkan sistem berjenjang dalam mempersiapkan guru. Dimulai dengan penyiapan pelatih nasional, master teacher, hingga guru kelas. "Target training guru oleh Kemendikbud itu terkesan ambisius," kata dia.

Misalnya, penyiapan pelatih nasional dan master teacher dijalankan pada bulan ini. Tetapi di lapangan, belum muncul upaya konkrit dari Kemendikbud untuk urusan pelatihan ini.

Selain urusan persiapan guru, ICW juga menemukan kejanggalan dalam penganggaran untuk kurikulum baru sebesar Rp 2,49 triliun. Mereka menilai jika uang super jumbo itu berpotensi sia-sia atau pemborosan karena kurikulum baru tidak berjalan efektif.

"Justru kita khawatir jika uang yang besar itu malah membuat pendidikan semakin terpuruk," tutur Juliantari. (pri/wan)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

gif animator

Sponsor

gif animator

Ayooo...Sekolah...



MENGAPA PELAJAR SEKOLAH SMP ISLAM TANFIRUL GHOYYI HARUS HARUS MUKIM DI PONDOK ?

Perubahan zaman tidak membawa kemaslahatan bagi Bangsa ini, perubahan zaman dengan segala globalisasinya, modernisasinya dan peradabannya justru semakin menyesatkan dan semakin banyak menyisakan limbah yang meracuni keyakinan beragama, apalagi bila kendali agamanya lemah, tidak mampu menentukan arah perjalanan hidupnya dengan baik, inilah yang paling mudah menjadi korban, tergerus dan tergilas oleh tajamnya perubahan zaman kenakalan anak-anak remaja yang kini

Disini Untuk Informasi Pendaftaran Siswa Baru

Popular Posts

Link Dikti

Link Kemenag

Link Kemendiknas

 
Support : Creating Website | SMI Template | Suara Lamongan Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. suara lamongan - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Sentra Media Informatika