Headlines News :
resize
STOP Corruption, mulai dari kita. Sekarang !!Dewan Pelaksanan Cabang Clean Governance Lamongan. Against Corruption
Home » » Wah, Lumpur Lapindo Dikagumi Mahasiswa Jepang

Wah, Lumpur Lapindo Dikagumi Mahasiswa Jepang

Written By Unknown on Friday, January 25, 2013 | 9:32 AM

Ilustrasi : ist.
Ilustrasi : ist.
JAKARTA - Bagi kawula muda Tanah Air, gamelan mungkin terkesan ketinggalan zaman dan tidak menarik. Namun, bagi mahasiswa asing, gamelan memiliki daya pikat yang luar biasa hingga membuat mereka antusias untuk mengenalinya lebih dekat.

Daya pikat ini pula yang menghipnotis salah seorang mahasiswa dari Aichi University of Education Jepang, Okuda Fuka. Dia tampak begitu antusias ketika belajar menabuh gamelan sebagai bagian dari program pertukaran mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Sebelumnya, para mahasiswa dari Aichi University of Education, Jepang diajak mengunjungi SD Laboratorium Unesa untuk memberi pelajaran origami atau seni melipat kertas dari Jepang. Kemudian, mereka diajak untuk menyaksikan Lumpur Lapindo. Ketika melihat langsung semburan Lumpur Lapindo secara bersamaan mereka mengucapkan “Sugoi” yang berarti menakjubkan.

Setelah perjalanan kembali ke Unesa, mereka diajak mampir ke pusat batik di Sidoarjo. Kali ini, giliran Eri Tsutsumi yang terpincut warisan budaya Indonesia itu. Dia tampak begitu antusias memilih baju batik yang cocok hingga akhirnya membeli dua potong pakaian.

Ketika ditanya mengapa mengambil dua baju sekaligus, dengan polos Eri mengaku bingung menentukan pilihan. "Aku bingung mau pilih yang mana, keduanya bagus-bagus. Jadi aku ambil keduanya," ujar Eri, seperti dilansir dari situs Unesa, Jumat (25/1/2013).

Selama di Unesa, para mahasiswa dari Negeri Matahari Terbit itu diajak untuk observasi proses belajar mengajar di SMP Al- Falah Surabaya. Tidak hanya itu, mereka pun mendapat suguhan pertunjukan kesenian dari mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Unesa.

Salah seorang mahasiswa peserta pertukaran pelajar, yakni Takeguchi Yuka tampak begitu antusias melihat pertunjukan seni tersebut. Bahkan, ketika diajak untuk menari bersama, Yuka tampak begitu luwes. Selain menari, para mahasiswa Unesa pun berbagi cara memainkan gamelan Jawa.

Sebagai timbal baliknya, para mahasiswa Aichi University of Education itu mengajarkan
kebudayaan Jepang, yaitu kaligrafi huruf Jepang dalam kanji kepada mahasiswa Jurusan Bahasa Jepang Unesa. Tidak hanya itu, merasa kesamaan nasib berada di negara yang rawan gempa bumi, maka mahasiswa Aichi University of Education pun berdiskusi dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unesa mengenai permasalahan tersebut.(rfa)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

gif animator

Sponsor

gif animator

Ayooo...Sekolah...



MENGAPA PELAJAR SEKOLAH SMP ISLAM TANFIRUL GHOYYI HARUS HARUS MUKIM DI PONDOK ?

Perubahan zaman tidak membawa kemaslahatan bagi Bangsa ini, perubahan zaman dengan segala globalisasinya, modernisasinya dan peradabannya justru semakin menyesatkan dan semakin banyak menyisakan limbah yang meracuni keyakinan beragama, apalagi bila kendali agamanya lemah, tidak mampu menentukan arah perjalanan hidupnya dengan baik, inilah yang paling mudah menjadi korban, tergerus dan tergilas oleh tajamnya perubahan zaman kenakalan anak-anak remaja yang kini

Disini Untuk Informasi Pendaftaran Siswa Baru

Popular Posts

Link Dikti

Link Kemenag

Link Kemendiknas

 
Support : Creating Website | SMI Template | Suara Lamongan Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. suara lamongan - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Sentra Media Informatika